8 Things I Discovered During My "Umroh" Trip


Gue nggak banyak ingat apa yang gue lakuin di Umroh 8 tahun lalu, yang gue tau saat itu baik baik dan meyenangkan saja.

Dulu, gue merasa Umroh yaudah Umroh aja karena diajak orang tua gue.

Berbeda dengan gue, kedua kakak gue selalu menolak untuk diajak umroh sejak dulu.

Mereka bilang, mereka mau diajak Umroh kalau mereka udah tau maknanya apa dalam perjalanan Umroh ini dan siap secara mental.

Gue tertawa saat itu, Umroh mah soal Ibadah, nggak perlu persiapan apapun.

Hingga akhirnya pada trip ini gue menyadari bahwa Umroh benar nyatanya bukan sekedar ibadah.

Dimulai dari Muttawif (istilah ustad pemandu perjalanan ini) menyapa di bis tur kami pertama kali dengan ungkapan

"Ibu-ibu, bapak-bapak, Selamat datang di tanah suci Madinah Al Munawaroh. Terima kasih sudah datang memenuhi undangan Sang Pencipta"

We're here not because we want to but because we're invited.

Untuk orang-orang seumuran gue (di usia 20an) kayaknya keinginan untuk Umroh bukan sesuatu yang menarik kecuali ajakan orang tua apalagi kalau perbandingannya ke Maldives atau Eropa.

Mungkin karena the idea of Umroh itself cuma sekedar ibadah. Belum lagi orang kalau Umroh yang di share ke sosial media sekedar foto dengan Ka'bah serta ungkapan rasa terima kasih dan bersyukur.

Yang orang belum tau, apa sih di balik rasa terima kasih dan bersyukur ini? Kenapa orang sangat bersyukur?

Untuk gue, rasa syukur yang tercipta bukan hanya karena dikasih kesempatan bisa ke kota suci ini. Tapi karena ini bukan sekedar perjalanan ibadah untuk gue, ini perjalanan memahami Islam lebih dalam. Melihat hal yang tak terlihat sebelumnya.

Dan ini beberapa hal yang ingin gue bagikan ke lo. 8 Hal yang belum pernah gue sadari sebelumnya dan gue temukan di perjalanan ini. Dan ini adalah pendapat personal dari gue pribadi.

1. Islam dan Toleransi tak terhingganya

Pernah nggak sih lo merasa bahwa kayaknya Islam tuh agama yang ribet banget dibanding dengan agama lainnya? Ya harus solat 5 waktu di waktu yang udah ditentukan, sholat harus fokus dengan gerakan yang udah ditentukan, belum lagi harus puasa. Semua dilabeli dengan kata Wajib yang berarti harus dilakukan, kalau nggak dilakuin tuh ya dosa aja. Gue pernah mikir gitu.

Tapi lo tau nggak sih, beribadah di Tanah Suci ini menyadarkan gue lagi betapa islam itu menawarkan fleksibilitas tak terhingga! Setelah gue coba habiskan waktu kosong dengan ngobrol sama Muttawif, memperhatikan orang lokal dan kelakuan mereka, juga baca baca di google soal sejarah dan pemahaman yang waktu di Indonesia nggak tertarik gue baca, dipikir pikir ternyata bener juga Allah itu mungkin memiliki banyak suruhan tapi juga Maha memaafkan.

Mulai dari sholat gerak 3 kali katanya batal, di arab sini bahkan mereka sholat sambil menggendong anak dan menaruh anaknya lagi kalau mau sujud. Muttawif gue berkata bahwa di negara yang notabenenya memiliki Tanah Suci ini punya pemahaman, selama niat lo itu untuk suatu kebaikan dan karena keterbatasan, Allah juga pasti mengampuni.

Melakukan solat juga gitu. Dikasih 5 waktu, kalau nggak bisa ngejalanin karena lagi di jalan di bolehin kok solat di dalam transportasi. Kalau nggak bisa solat di dalam transportasi, boleh juga kok solat di gabung/di ja'ma dengan solat sebelum atau sesudahnya. Pahalanya tidak berkurang. Kalau misalnya waktu solat tapi ketiduran, boleh juga kok langsung sholat pas bangun.

Banyaknya aturan dalam ibadah Umroh kadang bikin kita insecure kalau kita batal, tapi Muttawif gue mengingatkan bahwa jangan fokus takut batal tapi fokus ibadah untuk berkomunikasi sama Allah. Apapun yang membatalkan dilakukan tanpa sengaja itu sesungguhnya dimaafkan dan jangan sampe terulang (kecuali kentut ye - ya lo wudhu lagi lah).

Segala sesuatu yang jadi suruhan Allah itu selalu kembali pada dasar aturannya yaitu niat, bagi yang mampu dan lakukan seterbaik yang kamu bisa. Melihat suruhan Allah itu nyatanya nggak hanya hitam dan putih. Kalau nggak A ya B, kalau nggak dilakuin sesuai ya dapet pahala, kalau gak ya langsung dosa. Gak bisa kaya gitu. Islam tuh menawarkan banyak pilihan. Tinggal kitanya aja kebanyakan alesan atau gak, karena banyaknya alesan itu kembali ke aturan pertama. Niat atau gak? Kalau niat mah selalu ada jalan.

2. Kota Mekkah, Kota Madinah dan "magis" yang mengelilinginya

The magic is real! Tau nggak sih lo emosi yang tiba-tiba dateng gitu aja, rasa terharu yang nggak bisa lo prediksi tiba-tiba dateng, atau sekedar rasa sedih yang lo udah pendam lama dan nggak berniat lo apa-apain terus keluar gitu aja? Sering nggak dapet kaya gitu? Jarang? Eits, jangan salah. Emosi itu bisa dengan mudah keluar membuncah dari diri lo, diluar kontrol lo ketika lo menyadari bahwa lo baru aja menunaikan sholat di Raudhah (area Makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi - Madinah) atau Hijr Ismail (area yang dulunya bagian dari Ka'bah di Masjidil Haram - Mekkah).

Walaupun ibadah Umroh itu sendiri sebenarnya dilakukan di Kota Mekkah, biasanya dalam trip juga ke Kota Madinah. Di instagram gue, lewat story gue banyak bercerita soal keindahan Kota Mekkah dan Kota Madinah. Kota Madinah merupakan kota Nabi Muhammad SAW, sementara Kota Mekkah adalah Kota Nabi Ibrahim & Rumah Allah itu sendiri yaitu Ka'bah. Kalau mau liat lebih lengkapnya soal keseruan perjalanan gue bisa klik di sini.

Area Raudhah dan Hijr Ismail ini emang dipercaya tempat penting yang kalau ibadah di sana punya perhitungan pahala sendiri dan bisa dipercaya doanya kerap dijabah. Makanya untuk bisa masuk areanya sendiri emang butuh kekuatan fisik sendiri, karena harus siap dorong-dorongan sama orang dan kemungkinan di injek injek orang pas lagi sujud tuh ada banget. Tapi ketika lo meniatkan bahwa lo mau sholat di sana, meniatkan bahwa mau minta sesuatu sama Allah, ya ampun rasanya dimudahkan banget.

Ini yang membuat gue susah untuk menyangkal keberadaan Allah. Karena gue yang beberapa detik sebelumnya harus berjuang dorong dorongan sama orang untuk dapet tempat shalat, pas dalam hati gue yakin gue siap shalat, area shalat gue langsung berasa aman. Ada aja yang ngejagain gue solat dan terus berseru "ayo mbak sholat aja, sujud yang lama, nggak usah takut, ayo nggak usah takut buat sujud." - ini beneran orang ngomong, bukan perasaan gue aja.

Beberapa menit sebelumnya gue bisa ketawa-tawa atau dalam kondisi netral, pas sujud bisa aja tuh langsung pikiran gue diterpa ingatan ingatan dosa gue yang bikin gue merasa kecil banget dan nangis senangis-nangisnya, inget bahwa seberapa banyaknya rezeki yang udah dikasih ke gue tapi kelakuan gue masih ciprik gini, inget betapa bersyukurnya gue bisa ada di titik gue solat saat itu.

Hal ini juga gue rasain waktu muterin Ka'bah pas Tawaf di putaran terakhir. Sembari melihat Ka'bah dan melihat makna surat yang gue baca, wah itu rasanya gue sebagai manusia kecil banget sih. Hal-hal kaya gini yang gue kaget dan sadar bahwa kalau lo niatin sepenuh hati, perasaan lo bisa diporak pondakan sama hal-hal "kemagisan" di kota ini yang bikin lo inget dosa sama rasa bersyukur yang lumer-lumer.

3. Sholat Jenazah is a Thing, Bruh!!

Kapan terakhir sih lo solat jenazah? Di Indonesia sepertinya Shalat Jenazah itu dilakuin cuma kalau ada orang meninggal aja, kesempatan kita bisa ikut shalat itu pun juga kalau ada orang terdekat kita yang meninggal.

Nah, jangan kaget kalau ke Masjid Nabawi ataupun Masjidil Haram setelah shalat fardhu ada panggilan shalat lagi. Yap! Di 2 masjid ini setiap abis shalat fardhu mereka pasti akan Shalat Jenazah. Urusan beneran ada jenazahnya atau nggak di depan itu gue nggak tau deh - imamnya kan jauh banget dari gue ya hem.

Disarankan banget kalau di sana, lo kalau bisa ikut shalat jenazah juga karena menurut artikel ini, shalat jenazah itu bisa kasih kamu pahal sebesar Gunung Uhud (gunung terbesar di Madinah) loh! Shalat jenazah ini juga bisa jadi kesempatan lo untuk doain kerabat yang udah meninggal.

4. Yang orang sering lupakan

Sering nggak denger orang bilang "eh mau umroh yah? titip doang donggg." Menurut Muttawif gue, titip doa ini wajib disampaikan. Kadang juga ada beberapa orang yang nanya "mau doa apa nanti di sana?" yang membuat kita jadi berpikir dan nge-list doa doa apa. Apalagi kalau udah tau mau ke Raudhah atau Hijr Ismail, langsung mulai sibuk mikir mikir lagi doa apa yang mau diucapin.

Doa yang biasanya diminta itu biasanya berkisar soal kebutuhan duniawi, mulai dari dicarikan jodoh, disegerakan memiliki keturunan, dimudahkan persiapan sesuatu, jenjang karir, kesehatan, atau minta ditambah rezekinya. Lalu gue mulai mikir, the idea of doa di Raudhah dan Hijr Ismail ini niscaya dijabah - kenapa kita nggak meminta sesuatu yang kekal, yang tidak bisa diketahui pun diusahakan oleh manusia lainnya? Kadang orang lupa, sibuk bingung minta apa, padahal dia bisa minta 1, sesuatu yang sifatnya kekal yaitu masuk surga.

Masuk surga dan meminta untuk semua doanya dihapus itu sesuatu yang terdengar biasa saja karena sering diminta tapi kalau dipikir pikir maknanya besar. Itu sebuah permintaan besar yang kita nggak akan tau hasilnya sampe meninggal nanti.

Selain itu, kadang orang kalau udah shalat Fardhu terus diajak ke Hijr Ismail/Raudhah jadi bingung nanti mau shalat apa di sana. Taukah kamu bahwa ada banyak shalat yang bisa kita lakuin kapan saja, salah satunya Shalat Taubat, Shalat Hajat (shalat minta sesuatu), Shalat Dhuha bisa juga kalau kesana sebelum dhuhur, atau Shalat Tahiyatul Masjid. Shalat shalat ini bisa lo kerjakan di titik titik itu. Biasanya sih disarankan Shalat Taubat dan Shalat Hajat.

5. Mengingat Cerita Nabi, Hm Ada yang Aneh?

Untuk gue, tidak ada yang lebih menyenangkan dari traveling selain mempelajari sejarah tiap tempat yang gue datangi. Seperti yang gue bilang sebelumnya bahwa Kota Madinah merupakan Kota Nabi Muhammad SAW dan Kota Mekkah adalah Kota Nabi Ibrahim, sepanjang trip ini gue kerap mendengar cerita dari kedua nabi itu.

Selama menunggu shalat juga kalau gue udah merasa sudah cukup dzikir dan baca quran, gue jadi tergugah untuk membaca lagi cerita-cerita nabi yang dulu diceritakan. Cerita-cerita yang dulu rasanya seru untuk didengar dan terkesan normal-normal aja. Senang sih rasanya bisa napak tilas ke titik-titik yang dulu rasanya cuma cerita saja.

Masalahnya, kapan terakhir lo baca cerita soal nabi? Gue udah lama banget. Selama di sini, ketika gue dapet kesempatan baca cerita nabi lagi, gue langsung kaget bahwa ada banyak banget cerita nabi yang diluar logika. Tahukah lo bahwa Nabi dulu dilahirkan awalnya menjadi manusia biasa kaya kita ini, coba baca baca lagi mukjizat yang dia dapet, apa yang mereka lakukan, dan bagaimana mereka akhirnya dijadikan Nabi.

Ketika lo mulai membaca lagi jangan lupa tanamkan di pikiran lo bahwa sesungguhnya sumber yang paling benar adalah Al Quran, dan ada banyak hal yang sepertinya tidak perlu kita ketahui. Siapkan mental dan ingat bahwa semua yang terjadi itu di bawah Kuasa-Nya jadi jangan harap semua bisa lo telan mentah mentah dan mentransfer dengan logika yah :)

6. Definisi Berebut Surga yang Sesungguhnya

Menginjakkan kaki di Tanah Suci ini menyadarkan gue bahwa di dunia ini emang nggak ada yang sempurna selain Allah. Apapun yang duniawi benar-benar tidak ada yang sempurna sekalipun gue berada di kota yang notabene-nya adalah Tanah Suci. Kota dengan berjuta pahala ini nyatanya masih bisa juga dinodai sama kelakuan orang yang bikin mengelus dada. Menurut Muttawif gue juga, sesuci-sucinya Tanah Suci ini ada aja celah untuk berdosa jika diniatkan, apalagi kita hanya manusia.

Di sini, lo bisa menemukan the true definition of berebut pahala atau berebut surga. Jangan kaget kalau area shalat atau sajadah lo bisa diinjak-injak sama kaki orang begitu saja. Atau misalnya ketika lo merasa shaf sholat lo udah sempit, masih ada aja yang berusaha nyelip nyelip supaya mereka bisa dapet tempat shalat dengan menghadap Ka'bah atau sekedar bisa shalat di dalam masjid dan nyolot kalau nggak dikasih tempat.

Apalagi kalau lo ke restoran, ih sabar sabar karena budaya antre tuh langka banget. Belum lagi, kalau lo ke toilet umumnya. Sesungguhnya, kebersihan adalah sebagian dari iman yang diagungkan Indonesia ini menempel kuat di otak kita ya karena emang budaya orang Indonesia yang sedikit lebih tertib dari orang daerah sini, aslinya mah orang orang sini kayaknya nggak tau ungkapan itu deh :(

Menjengkelkan memang, suka berpikir "masa lo dapet surga dari cara yang egois" tapi mungkin mental dengan biasa serobot sana serobot sini demi mendapatkan pahala sebanyak mungkin udah ada di mindset orang orang dari berbagai negara ini yang harus kita maklumi. Itung itung ini juga jadi pengingat bahwa tinggal di Indonesia yang masih menjunjung sopan santun itu perlu disyukuri.

Tapi, tunggu hingga hari Senin atau Kamis, tepat pada saat buka puasa. Lo akan amazed melihat banyak orang yang berbagi dengan cara melempar makanan dan minuman yang tengah duduk mau shalat. Beberapa juga ada orang yang bawa termos untuk berbagi teh maupun kopi. Di Masjid Nabawi bahkan ada daun pisang panjang yang digelar dan ada berbagai makanan di atasnya untuk di makan bersama. Saling mengestafet kotak makan berisi donat. Kalau lo ikut dilempari, bilang makasih aja, karena katanya itu sebuah rezeki.

7. Kenapa Umroh disebut perjalanan ibadah

Padahal Umroh itu juga ada perjalanan wisatanya, mengunjungi beberapa tempat tempat historical dan nggak melulu soal sholat. Bahkan sebenernya ibadah umroh itu sendiri cuma mengelilingi Ka'bah 7 kali dan bolak balik Sa'i. Terus kenapa gitu Umroh disebut perjalanan ibadah?

Jawabannya adalah selain karena ya kan di sana niatnya mau ibadah jadi ya mau khusyuk aja gitu shalatnya, tapi juga ada alesan lain yakni.......susah banget brohhh nyari tempat shalat kalau udah mepet waktu shalat!

Jadi kenapa disebut perjalanan ibadah ya karena emang kerjannya bolak balik ke masjid aja supaya dapet tempat enak dan nggak diserobot orang. Ketika gue ngomong enak ini artinya ya harus dateng ke masjid sejam sebelum adzan! Nah yaudah bayangin aja tuh, baru pulang dari masjid istirahat sejam udah harus balik lagi ke masjid.

Apalagi kalau waktu shalatnya mepet, yaudah kita tinggal aja terus di masjid. Jadi itulah kenapa Umroh dibilangnya perjalanan ibadah banget, karena kerjaannya emang ke masjid doang :")

8. Pahala is obviously everywhere!

Jujur, gue paham bahwa Umroh itu ibadah di mana kita bisa dapet pahala. Tapi, gue nggak pernah nyangka bahwa possibility untuk dapet pahalanya tuh bener bener sebanyak itu! Mungkin awalnya Trip Umroh itu ya yaudah sekedar melaksanakan ibadah Umrohnya aja. Tapi taukah kamu bahwa kamu bisa dapet banyak pahal selain dari prosesi Umroh itu sendiri?

Pertama, mari kita hitung bahwa sekali shalat di Masjid Nabawi itu dijanjikan pahala 1000, sementara shalat di Masjidil Haram itu dijanjikan pahala 100.000. Ini kalau sekali shalat dikaliin 5 (sehari kan 5 waktu shalat) terus dikali 10 hari waktu umroh udah berapa coba. Belum lagi kalau di dalam masjid kita sempatkan untuk dzikir, baca Al Quran, atau bersyukur.

Seperti yang udah gue sebutin di atas, shalat di Raudhah dan Hijr Ismail itu punya perhitungan pahala yang beda lagi. Kalau misalnya lo mau setiap hari kesini, ya bisa aja kalau lo kuat.

Kalau lo ada rezeki, lo bisa mudah memberi infaq sama yang ngurusin masjid - banyak orang yang memberi 5-10 real ke orang yang suka ngambilin sampah. Dan orang ini bisa ditemukan dimana-mana. Kalau lo masih ada rezeki lagi, lo bisa beli kursi plastik atau Al Quran untuk di wakafkan di Masjid, jadi lo beli terus lo taruh aja gitu di masjid. Itu ada perhitungan pahala sendiri.

Sebenci-bencinya gue sama orang orang tanpa aturan yang tinggal di sana, nggak bisa gue pungkiri bahwa mereka yang tinggal di sana eksklusif bisa mendapat kelebihan kelebihan pahala yang berlimpah ini. Jadi kalau pas Umroh ya emang kesempatan lo mendapatkan pahala sebanyak banyaknya yang lo nggak bisa dapet di Indonesia.

Itu sebagian cerita dari perjalanan gue. Sangat personal sebenernya, karena semua orang mungkin punya pengalaman dan sudut pandang yang berbeda-beda. Tapi gue tuh pengen banget sebenernya mengajak orang-orang seumuran gue (di usia 20 tahuan ke atas) untuk memasukkan Umroh atau Naik Haji ke list liburan mereka berikutnya. Mengerti bahwa ini sifatnya adalah undangan bati dari Sang Pencipta, tapi pastinya harus ada kemauan dari diri sendiri dulu kalau mau diundang, toh?

Karena gue melihat temen-temen gue yang lainnya kalau Umroh selama ini fokus ibadah, dan kalau share di sosial media itu sekedar keagungan Mekkah dan rasa syukur mereka, gue pengen menghadirkan yang berbeda.

Gue pengen mengenalkan tempat tempat menarik di Kota Mekkah dan Kota Madinah sebagaimana orang-orang lainnya kalau traveling sambil ngereview. Harapannya supaya orang-orang nggak cuma memandang sebelah mata bahwa berkunjung ke sini yang bisa dilakuin cuma Shalat aja sehingga ngebuat mereka punya persepsi membosankan.

Karena kenyataannya banyak banget tempat yang kaya akan sejarah dan spot spot instragramable!! Untuk liat unggahan gue soal perjalanan menyenangkan selama Umroh bisa di lihat di story gue yang ini yah, klik di sini.

Semoga perjalanan gue bisa menginspirasi lo untuk berharap mendapat undangan dari Nya. Karena siapapun berhak untuk merasakan apa yang gue rasakan.

Salam Hombimba,

Graisa

xoxo

#NEWPOST

0 views
SEARCH
ABOUT ME

A Ravenclaw-kind-of-girl. Unstoppable talker. Clichest & blurnest thinker. 

I write about books, films, art performances, and my daily  thoughts during traffic jam.

GRS Project is my home for all of my writings, thoughts, or complains about life.

GET IN TOUCH
  • YouTube - Grey Circle
  • Twitter - Grey Circle
  • Instagram - Grey Circle
  • LinkedIn - Grey Circle
BE THE FIRST ONE TO KNOW
Please reload

SEARCH BY TAG
Please reload

FEATURED POST

Recent Updates

Logo ungu Transparent.png
  • YouTube - Grey Circle
  • Twitter - Grey Circle
  • Instagram - Grey Circle
  • LinkedIn - Grey Circle