Review Toy Story 4 (2019): Memanjakan Mata, Menguatkan Rasa


Toy Story (2019)

U.S

Produced by Walt Disney Pictures & Pixar Animation Studios

Directed by Josh Cooley

Starred : Tom Hanks, Tim Allen, Annie Potts, Tony Hale, Keanu Reeves

Watch The Trailer here!

Review Film Toy Story 4 (2019) Bahasa Indonesia

Setelah 9 tahun sejak kepergian Andy, kini para mainan berkumpul dan bermain bersama Bonnie yang sudah beranjak besar dan bersiap memasuki masa taman kanak kanak.

Melihat Bonnie yang sedih karena tidak diperbolehkan membawa mainan di hari orientasi, Woody menyusup masuk ke tas Bonnie untuk memastikan keadaan Bonnie baik baik saja di sekolah. Berkat bantuan Woody, Bonnie kemudian membuat mainan sendiri dari tumpukan sampah yang diberi nama Forky.

Melihat betapa bahagianya Bonnie bermain dengan Forky, atas loyalitas Woody kepada Bonnie, ia pun menjaga agar Forky tetap bersama Bonnie dengan harapan membuat Bonnie selalu merasa aman. Sayangnya, Forky selalu menolak menjadi mainan dan selalu kabur yang menyebabkan Woody harus kerja ekstra menjaganya. Di perjalanan liburan, akibat Forky yang kerap kabur menyebabkan Woody dan Forky harus terpisah dari Bonnie dan mainan lainnya.

Dalam perjalanan kembali ke Bonnie, Woody meyakinkan Forky betapa penting kehadiran Forky di hidup Bonnie. Tidak hanya itu, dalam perjalanannya pula Woody dipertemukan kembali dengan teman lamanya, Boo Peep. Konflik terjadi ketika mereka terjebak di sebuah toko dan terdapat mainan baru yang juga membutuhkan Woody.

Ini adalah usaha mereka kembali kepada Bonnie.


photo source: imdb

Walaupun berusaha tidak memasang ekspektasi, tapi sempat ada rasa takut bahwa film Toy Story 4 ini nggak lebih baik daripada pendahulunya. Mengingat kayaknya kalau film dengan banyak seri itu ada kecendrungan yang seri A lebih bagus dari seri B, apalagi film ketiganya yang sangat melekat di hat. Tapi, dari awal nonton, gue udah bisa menebak bahwa film ini akan berjalan kalau tidak bagus, setidaknya akan baik baik saja.

Hingga sampai akhir cerita, Toy Story 4 benar-benar membuktikan kolaborasi Pixar dan Disney masih menguat dan belum ada tanda akhir untuk cerita tentang kehidupan para mainan ini. Nggak menyangka betapa konsistennya Toy Story menjaga standard filmnya dan terus menghadirkan sesuatu yang baru, perspektif yang baru, tanpa mengurangi kualitasnya sama sekali.

Toy Story 4 tampil dengan premis yang lebih sederhana dari sebelumnya - yang menurut gue sangat menarik, karena sangat mudah dimengerti anak anak. Tanpa babibu dan dengan prolog yang lama, Toy Story 4 langsung menyajikan awal masalah bahkan di scene awal. Rasa insecure Woody yang menghadirkan level loyalitas yang semakin bertambah walaupun tampak egois.

Untuk para fans Buzz Lightyear mungkin perlu buckle up sedikit, karena di sini Woody akan menunjukkan bahwa spotlight saat ini merupakan miliknya. Kehadiran banyaknya tokoh baru sedikit meredupkan pemain-pemain lama, walaupun keberadaan tiap karakter masih sangat berpengaruh di tiap plot dan tidak ada karakter yang wasted. Sepertinya Toy Story 4 siap menghadirkan 2 grup mainan yang berbeda untuk melebarkan universe.

Walaupun dengan premis yang sederhana, delivery yang diberikan benar-benar membuat penonton menahan nafas. Selain pilihan shot yang super cantik, memanjakan mata, dan menguatkan rasa, cara bagaimana film ini berakhir benar-benar siap mendorong tangis dan gelak tawa penonton. Gue kira tidak ada lagi pilihan lebih tragis dari franchise ketiga, namun Toy Story 4 berani muncul dengan ending lebih ekstreme.

Bila di seri ketiganya pesan yang ditawarkan begitu banyak dan ada kecendurngan kejahatan, di seri yang satu ini malah menunjukkan seberapa besar kemungkinan creepy-nya sebuah mainan, belum lagi ada beberapa jumpscare yang bikin kaya lagi nonton film horor.

Jika tega membandingkan seri ini dengan pendahulunya, Toy Story 4 ini tampak lebih padat, ritme cepat, langsung ke permasalahan tanpa konflik yang berbelit belit sehingga sepertinya anak-anak akan lebih mudah mencernanya. Pesan yang disampaikan juga tampak lebih jelas dan dalam, porsi pesan loyalitas tampak jauh lebih dominan daripada yang sebelumnya - walaupun memang tiap serienya juga sudah disampaikan.

photo source: imdb

Bagaimana Toy Story 4 perfectly wrapped mungkin juga karena dibelakangnya yang masih didukung oleh pemain terbaik Disney x Pixar. Sebut saja Andrew Stanton di posisi penulis skrip yang sebelumnya juga menuliskan ketiga frachise Toy Story, Monster's Inc, Wall-E, dan Finding Nemo. Atau Jonas Rivera yang memproduksi 2 film Animasi pemenang Oscar, Up & Inside Out. Atau Animator kesayangan kita semua, John Lasseter yang duduk sebagai co-writer juga produser eksektuif.

Toy Story 4 siap menghangatkan hati kamu, menyajikan sesuatu yang dibutuhkan orang tua untuk si kecil, mengguncang tawamu, dan mendorong tangismu. and you will surprise with their infinity & beyond sayonara. Jika kamu belum pernah nonton Toy Story sebelumnya, seri ini bisa menjadi perkenalan yang baik untuk masuk ke dalam dunia Woody & Buzz.

Salam Hombimba,

Graisa

xoxo

#NEWPOST #EnglishFilm #Recommended #Animation

SEARCH
ABOUT ME

A Ravenclaw-kind-of-girl. Unstoppable talker. Clichest & blurnest thinker. 

I write about books, films, art performances, and my daily  thoughts during traffic jam.

GRS Project is my home for all of my writings, thoughts, or complains about life.

GET IN TOUCH
  • YouTube - Grey Circle
  • Twitter - Grey Circle
  • Instagram - Grey Circle
  • LinkedIn - Grey Circle
BE THE FIRST ONE TO KNOW
Please reload

SEARCH BY TAG
Please reload

FEATURED POST

Recent Updates

Logo ungu Transparent.png
  • YouTube - Grey Circle
  • Twitter - Grey Circle
  • Instagram - Grey Circle
  • LinkedIn - Grey Circle