Alasan Preview Big Bad Wolf 2020 Mengecewakan

Memasuki bulan Maret dan April pasti para pecinta buku udah mulai harap-harap cemas sama dompetnya karena biasanya di bulan bulan ini Big Bad Wolf - pameran buku import murah terbesar di Indonesia balik lagi.


Bener aja, di tahun 2020 ini Big Bad Wolf kembali datang di awal Maret. Masih digelar selama 24 jam nonstop, Big Bad Wolf akan running sampai dengan 16 Maret 2020.




Tahun ini gue kembali berkesempatan untuk dateng previewnya yang berlokasi di ICE BSD. Ini adalah preview kedua gue setelah kali pertama ikut previewnya setahun yang lalu. Untuk dapet akses Preview Big Bad Wolf bisa jadi member, bisa juga lewat undangan. Di preview ini member/tamu undangan bisa experiencing Big Bad Wolf sebelum BBW dibuka buat umum sehingga bisa dapet akses lihat koleksi-koleksi bukunya terlebih dahulu.


2 tahun ke belakang gue merasa baik-baik saja dan punya pengalaman yang terbilang cukup menyenangkan. Tapi entah kenapa di preview tahun 2020 gue merasa banyak sekali kurangnya. Hari itu gue datang ke preview untuk umum setelah sehari sebelumnya ada juga preview untuk nasabah BCA.


Gue sampai BSD pukul 09.30 dan menghabiskan waktu hingga pukul 12.30, dari 3 jam di sana gue menemukan beberapa hal yang menurut gue sangat berbeda dengan tahun sebelumnya dan sayangnya cukup mengecewakan.


Mari gue jelaskan satu-satu apa saja yang cukup menganggu gue:


1. Koleksi Tampak Lebih Terbatas

Is it only me or anyone also feels the collections aren't vary as it used to be?

Well well, I understand kalau buku anak-anak emang yang menjadi higlight sehingga jumlahnya emang biasanya lebih banyak dari buku lainnya. Tapi entah kenapa di tahun ini buku anak-anaknya bener-bener sangat mendominasi sehingga menelan buku-buku tipe lainnya. Tampaknya, buku anak-anak tersedia hingga 70% dari koleksi buku yang ada.


Gue merasa buku di Young Adult dan Romance jumlah koleksinya lebih terbatas. Kalau tahun sebelumnya Danielle Steel atau Jane Green bisa punya rak sendiri khusus isinya buku mereka semua, sekarang malah dua nama itu cuma keliatan 2-3 buku aja. Kalau pada kenyataannya buku-buku tersebut belum dikeluarkan rasanya gue justru merugi datang pada saat preview.


Buku-buku dari rak reference juga lebih terbatas daripada biasanya. Bahkan gue menemukan beberapa ujung meja yang tidak terisi buku, beda dengan tahun lalu yang setiap jengkal mejanya ga pernah kosong sama sekali. Dari penampakannya sih bukan karena bukunya abis ya, tapi emang belum ditata sebelumnya. Again, kalau memang ini karena belum selesai ditata sepertinya gue mulai mempertanyakan apa keuntungan sebenernya datang preview.


Di samping itu, gue cukup mengapresiasi bagaimana jumlah buku serial fantasi seperti Harry Potter atau Hunger Games lebih banyak mengingat tahun sebelumnya Harry Potter Set habis hanya dengan 10 menit preview dibuka saja. Selain itu ada juga koleksi Jenny Han untuk seri Lara Jean serta ada Jojo Moyes dengan 3 best-sellernya. Koleksi-koleksi ini yang masih mengobati rasa kecewa dan sayang untuk dilewatkan.


2. Presentasi Kurang Rapih

Salah satu asumsi kenapa koleksinya tampak tidak sebanyak biasanya bisa jadi karena didorong misinformasi karena banyak sekali papan papan penanda genre yang belum dipasang. Bahkan saat itu gue sulit untuk menemukan buku Reference pada awalnya ya karena kebingungan nyari ini raknya sebelah mana. Ketidaksiapan ini cukup menganggu dan membuat gue lagi-lagi ngerasa rugi dateng pas preview karena rasanya kaya datang ketika acara belum matang.


Asumsi meja-meja yang masih kosong itu mendukung koleksi yang nggak lengkap sebenernya dipatahkan dengan box-box besar yang masih banyak berisi buku. Pertanyaannya, kenapa nggak ditata? Entah karena waktu kedatangan bukunya mepet sehingga crew belum sempat menata di meja atau giana. Tapi rasanya semakin terlihat sedikit menganggu dan menunjukkan ketidaksiapan acara ini.


Belum lagi ada beberapa meja yang nggak ditaplakin sehingga terliat ringkihnya alas penahan buku tersebut, ditambah pula dengan berantakannya buku-buku yang diletakkan di bawah meja, tampak tidak rapih dan nggak tau kenapa ditaronya bener-bener asal gitu. Taplak meja yang harusnya bisa menutupi area memalukan itu juga nggak tampak sebagaimana tertata rapih pada tahun 2019 lalu.



3. Foodcourt Kurang Menarik

Gue adalah salah satu yang menunggu food court suatu bazaar. 2 tahun lalu gue nyobain geprek yang enak, dan tahun lalu juga makanannya masih terbilang cukup menggiurkan.


Saat makan siang gue mencoba berkeliling dengan rasa semangat pengen tau ada pilihan kuliner apa aja. Sayangnya, entah kenapa rasanya foodcourt-nya jauh dari kata menarik. Yang gue liat kebanyakan finger foods, dan kalaupun ada makan yang main course tampak biasa banget dan kurang bikin gue selera makan.


Untuk event sebesar ini rasanya aneh kalau nggak bisa menggaet beberapa brand booth bazaar makanan yang cukup ternama seenggaknya hop-hop yang bahkan biasanya laku di acara anak SMA.


4. Crew Heboh Bikin Panik

Yang terakhir ini sebenernya nggak begitu ganggu cuma gue ngeliatnya aneh aja. Di beberapa pojok suka ngeliat crew yang ngumpul sendiri, semacam kaya di briefing gitu tapi kaya rame banget bikin kerumunan. Di tengah berita rame soal corona gue merasa terancam atau merasa ada sesuatu yang terjadi makanya agak panik ngeliat kerumunan crew jadi satu. Waktu gue ngeliat kaya aneh gitu "ada apa nih" eh crew-crewnya malah liatin gue balik clueless gitu, dih gue jadi bingung.


Tapi ada beberapa crew juga yang gue sangat acungi jempol karena sangat membantu, sigap, dan ramah terutama crew di kasirnya. Kalau emang kerumunan tadi untuk briefing sih nggak lucu banget.

Overall, alasan-alasannya sebenernya nggak big deals untuk semua orang dan nggak menganggu banget tapi seenggaknya cukup kuat untuk bikin gue mikir dua kali dateng ke preview hehe.


Selain itu perlu diapresiasi pencegahan yang dilakukan panitia perihal virus corona ini - gue agak kaget juga tau BBW tetep jalan padahal banyak acara udah dicancel.


Belum lagi penambahan fitur-fitur hiburan untuk anak-anak yang lebih bervariasi, musholla yang luas, area customer service yang membantu, juga pengadaan handsanitizer di setiap sudut rasanya bikin mau kesana lagi untuk kedua kalinya di hari regular. Crew-crew gercepnya juga bikin flow di kasir berjalan dengan lancar dan nggak ngantri sama sekali.


Semoga ini bisa jadi masukan khusus untuk tim BBW 2020 dan semoga kita bisa ketemu lagi next year!


Cheerio!


Salam Hombimba,


Grey

xoxo


25 views
SEARCH
ABOUT ME

A Ravenclaw-kind-of-girl. Unstoppable talker. Clichest & blurnest thinker. 

I write about books, films, art performances, and my daily  thoughts during traffic jam.

GRS Project is my home for all of my writings, thoughts, or complains about life.

GET IN TOUCH
  • YouTube - Grey Circle
  • Twitter - Grey Circle
  • Instagram - Grey Circle
  • LinkedIn - Grey Circle
BE THE FIRST ONE TO KNOW
Please reload

SEARCH BY TAG
Please reload

FEATURED POST

Recent Updates

Logo ungu Transparent.png
  • YouTube - Grey Circle
  • Twitter - Grey Circle
  • Instagram - Grey Circle
  • LinkedIn - Grey Circle