Tempat Les Bahasa Inggris Terbaik di Jakarta!

I can just woke up that morning and think about social media timeline, celebrities, or even what post I should take for my instagram today but I'm not. Instead, there's one thing stuck in my mind: Improve my English skill - weird.


I'm in that level, level that brave enough to speak English, making my books and movies as my speaking reference. But grammarly perfection, confident in writing? It's way too far, not even close to Shrek's Far Far Away - haha.


Lalu gue sadar. Mungkin dulu gue les Bahasa Inggris karena emang ada keharusan aja, udah gitu dulu males banget pula! Bahkan sekolah di Inggris pun nggak membuat Bahasa Inggris gue lebih baik dari segi kualitas, tapi dari segi kepedean dan kelancaran? Well, won't deny that.


Sekarang jiwa merasa pintar adalah keharusan, jadinya semangat belajar lebih tinggi. Akhirnya gue memutuskan kayaknya emang harus kursus Bahasa Inggris aja lagi gitu supaya lebih percaya diri nulis Bahasa Inggris tanpa takut salah grammar. Pertanyaan selanjutnya adalah di mana baiknya?



Gue rasa gue sudah kursus hampir di semua tempat kursus major di Jakarta mengingat sejak SD memang ini subject kelemahan gue. Sebut saja LIA, EF, bahkan Wall Street English (WSE) sudah pernah gue jajahi. Pertanyaannya? Berhasil kah?


Let's start from LIA.

LIA literally didn't work out - It was my early year learning English which basically I don't really care haha.

I believe LIA menjadi menarik karena kurikulumnya yang tertata dan grammarly-centric - I guess.


Tapi mengingat sekarang ini orang cenderung lebih tertarik belajar sama Bule daripada orang lokal, LIA nggak bisa catch up di area ini as if I remember their teachers mostly locals which will teach you to remember things not to understand things.


Also their branch are not located in Central Jakarta which hard to reach most importantly for workers.


What about EF?

EF certainly introduced me that English is about confidence. But confidence is different with being right. So, if you want to boost your confident in speaking English, EF definitely help! It doesn't mean they don't teach you about being right, they did but it seems not their main focus.


Dulu gue ambil kursus di EF Kalimalang, pada saat itu rasanya terbaik karena kelasnya yang colorful juga didukung multimedia canggih - LIA & ILP kalah deh. Dulu gurunya a dedicate teacher - a face to face method, twice a week, teman kelas yang tetap, dan buku yang sudah dibuat khusus. Tapi I doubtly the teacher's quality though - kayaknya dulu asal bule ambil ajeu gitu. Penambahan vocabulary? Uh oh, doesn't really work, so I quit.


What about the gigantic Wall Street English?


People will easily go crazy when they see the admission rate of Wall Street English (WSE), dua digit di depan emang terasa gila tapi believe me, harganya sama aja kalau dibagi perbulannya dan dibandingkan dengan EF.

WSE ini mainannya kontrak panjang jadi terasa mahal.


And that's their problem. They want to make their students loyal, staying with them for a long time. Well, basically, they just focus to get more and more students. But they forgot one thing, to monitor student competencies and responsible to students growth.


WSE is about being independent. Makanya setiap ada yang nanya gue apakah WSE worth it apa nggak, gue selalu jawab "tergantung lo niat mau belajar sendiri atau ga". WSE bagaikan orang tua tajir ke anak-anaknya, provide any fancy facilities but basically never care with their kids.


WSE akan kasih lo kontrak panjang, lalu kasih semua materi dalam satu akun yang bisa lo akses di mana aja, ada social class juga yang lo bisa ikuti, lalu ujian tatap muka di kenaikan level. Kalau lo butuh tutor ada orang lokal yang dedicate untuk ngajarin, tapi sifatnya sharing dengan yang lain.


Panjangnya kontrak ini menjadikan siswa menganggap remeh dan jadinya males malesan dateng, toh ga di kontrol juga dan ga ada limitasi mengakses pelajarannya, tiba-tiba kontrak abis aja. Ketika ujian, mereka tidak memastikan apakah kualitas lo lebih baik atau gak. Itu hanya sekedar ujian lo kompeten apa ga. Kalau nggak ya ga mereka lulusin + nggak ngasih solusi juga. Solusinya ya belajar sendiri, capek deh.


No matter how independent I am, if no one monitor my work I will easily demotivated. WSE is about creating community and being independent. So if I need someone to improve my English effectively, WSE is def not the answer.

Untuk akhirnya memutuskan gue akan kursus lagi, gue memastikan agar kursus kali ini nggak sia-sia jadi bener-bener pengen pilih tempat kursus yang bagus.


Sebelumnya, gue breakdown lagi kebutuhan gue apa aja based on I concern the most:

1. Gue butuh banget dibimbing dan kelas tatap muka yang membuat gue bisa punya interaksi langsung ke guru, so I don't really need working with computer or any fancy facility as long as the teacher can fulfill my needs.

2. Gue sudah bekerja jadi pastinya cari jam yang fleksibel, kalaupun nggak ya after working hours or on the weekend

3. I need clear curriculum, dengan materi yang jelas, goal mantap mau di writing/vocabulary/grammar, jadi kalau ada buku panduan lebih cakep lagi.

4. I actually need a course which provide a practice book that I can rent, having a library would be great too!


WSE definitely can't provide number 1, 3 apalagi 4. I believe LIA can't fulfill number 2.

Karena dulu merasa terbantu dengan EF, gue pun mencoba EF for Business. Tapi ternyata setelah placement test dan ketemu sama consultantnya hahahaha ketawa aja deh. EF for Business definitely WSE which I can say: Uh Oh, not my type!

Besides, I've never trust with course yang sangat membanggakan who they are, what makes them best, and "kita punya ini loh...jadi kamu nggak harus...." MEH thank you, next!


Lalu gue coba browsing di google sampai akhirnya menemukan tempat les berlokasi di Lotte Shopping Avenue, British Council. Gue kira sebenernya ini adalah TBI atau The British Institute (dulu pernah placement test di TBI juga cuma mbaknya songong, males banget) tapi ternyata bukan! Waktu gue telfon, consultant-nya super chill, nggak merasa tempat lesnya paling terbaik juga jadi sifatnya cuma memberikan informasi aja.


Mulai gue nanya harga kursus, sistem belajar, dan servis yang mereka tawarkan, dia bener-bener biasa aja. Tone-nya seakan memberikan informasi tanpa terlalu persuasif yang sejujurnya membuat gue nyaman! Until I learnt what all they have and I found a truly hidden gem!


Dari segi harga memang terbilang lebih mahal dibanding dengan yang 3 kursus sebelumnya but what I understand is they don't offer long contract, they offer real competencies strategy.

Ada beberapa tawaran lama kontrak, pendek maupun panjang. Dari segi jenis pelajaran mereka punya 3 jenis, English Business, IELTS preparation, Social English. But what if you need 3 of them? Well you can have all of 'em because they don't ask you to choose. No matter how long your contract, you can always join any type of the English focus.


Confused?

Simple-nya gini. British Council MyClass menawarkan konsep yang technically memenuhi hampir semua kebutuhan gue. Setiap harinya mereka membuka session-session dengan tema yang udah ditentukan dari 3 fokus berbeda tersebut (English Business, IELTS, Social English). Nanti siswa bisa memilih untuk booking kelas tersebut via online. Di area online itu juga siswa akan tau fokus tiap tema dan goal topiknya untuk apa.


Loh? Sama aja kaya WSE dong? Eits enggak. Karena di tiap sessionya student akan face to face sama international teacher. Tiap sessionnya juga udah ada guidance sheet yang ngarahin flow belajarnya. Satu session berjalan 1.5 jam dan trust me, rasanya nggak bosen sama sekali! Di tiap sesinya gue selalu dapet vocabulary dan teknik bahasa inggris yang baru.


Hal yang gue kagumi, dari awal tuh gue nggak pernah dikasitau bahwa lingkungan belajarnya harus full ngomong bahasa inggris - sebagaimana diharuskan di WSE atau EF for Business (ada warning english area). Cuma setiap orang yang gue temui ya terbiasa aja ngomong bahasa inggris. Dan mungkin karena harganya yang cukup pricey, kebanyakan studentnya datang dari kementrian atau pekerja pemerintahan.



Dari segi fasilitas dan media belajar mungkin nggak se hi-tech EF atau WSE, tapi dari segi kurikulum pelajaran, gue bisa bilang ini terbaik sih. Paketan kontraknya menentukan berapa sesi yang mau kita ambil, dimulai yang paling cepat 20 sesi dalam 3 bulan. 1 hari biasanya tersedia 4-5 sesi, orang-orang biasanya bisa 2-3 kali dalam seminggu, mau lebih juga nggak apa.

What if I only want to focus on IELTS Preparation?

Kalau lo cuma sekedar yari tempat les yang fokus untuk IELTS sebenernya gue kurang menyarankan British Council MyClass ini karena materinya yang lompat-lompat membuat lo nantinya jadi bingung harus mulai darimana dan berakhir di mana, dan nggak bisa fokus juga.


Kalau untuk IELTS Preparation gue sih sangat mengandalkan banget di IALF - Lembaga kursus dari Kedutaan Australia. Sayangnya IALF ini nggak menyediakan kursus general english biasa tapi cuma fokus ke persiapan tes aja.



Gue ambil IELTS Prep dulu sekitar 4-5 tahun yang lalu, pertemuannya setiap selasa-jumat (tapi ada juga yang tiap hari atau weekened aja), metode pelajarannya medium to heavy tapi menyenangkan dan sangat mudah dicerna, gue yakin yang les di sini pasti sih siap banget ketika tes. Metode belajarnya kaya sekolah biasa dengan international teachers.


Dan yang paling utama adalah perpustakaan! Perpustakaannya bener-bener bagus banget dan bukunya lengkap banget, lo bisa pinjem dan fotokopi bukunya! Bener-bener bikin nyaman banget.


Selain IALF, ada juga yang bilang preparation di IDP enak, tapi akupun belum pernah ambil jadi nggak bisa nilai.

Yang terakhir dan belum gue coba adalah TBI. Denger-denger sih TBI punya gaya belajar yang sama kaya EF tapi kurikulumnya lebih berkualitas dan terstruktur dengan alumni alumni yang kayaknya jadi banget aja.


Gue sendiri belum coba, mungkin nanti kalau di British Council MyClass nggak works out juga, gue bisa coba sih kesana.


To sum up, menurut gue semua kursus bahasa inggris bagus semua cuma mereka punya approach dan fokus yang beda, yang perlu juga disesuaikan dengan preference tiap individu. Sayangnya untuk gue kayaknya so far yang cocok baru British Council MyClass dan IALF aja.


Semoga membantu ya!


Salam Hombimba,

Grey.

0 views
SEARCH
ABOUT ME

A Ravenclaw-kind-of-girl. Unstoppable talker. Clichest & blurnest thinker. 

I write about books, films, art performances, and my daily  thoughts during traffic jam.

GRS Project is my home for all of my writings, thoughts, or complains about life.

GET IN TOUCH
  • YouTube - Grey Circle
  • Twitter - Grey Circle
  • Instagram - Grey Circle
  • LinkedIn - Grey Circle
BE THE FIRST ONE TO KNOW
Please reload

SEARCH BY TAG
Please reload

FEATURED POST

Recent Updates

Logo ungu Transparent.png
  • YouTube - Grey Circle
  • Twitter - Grey Circle
  • Instagram - Grey Circle
  • LinkedIn - Grey Circle