First Sister


In this special day, I would like to dedicate this post to someone I have never mention before in my-web-world.

One of most influenced people in my grow-up time.

Disaat anak perempuan berumur 5 tahun berharap tas hello kitty atau tempat pensil dari Ibunya.

Permintaan gue saat itu hanya satu, gue ingin adek perempuan.

Walaupun gue juga mau sih tas hello kitty dan tempat pensil baru.

Waktu itu ibu bilang kalau gue punya adek pilihannya adalah Ibu meninggal.

Ya, di umur 5 tahun gue udah di kasih pilihan soal kehilangan ibu yang meninggal dan dijelaskan bahwa punya adek bukan semudah beli peralatan baru di gramedia.

Hidup dengan 2 kaka laki-laki bukannya nggak enak, justru enak banget.

Tapi mereka jelas nggak bisa jadi teman bermain ketika gue lagi pengen ngomong sendiri.

Entah bagaimana bermulanya, lalu gue menemukan anugrah yang diturunkan dari Tuhan.

Yaitu sebuah kesadaran bahwa gue punya sepupu.

4 sepupu perempuan saat itu.

Tapi, sepertinya Tuhan memilihnya agar kami bisa mengisi satu sama lain.

Perkenalkan, ini Namira Rahajeng, perempuan yang berbeda 2 tahun lebih tua dari gue. Yang juga ikrib sama kakak kedua gue.

Mbak Ajeng adalah sosok pertama yang mengenalkan ke gue betapa menyenangkannya kalau punya saudara perempuan. Sebelum kedekatan Aqira sepupu yang juga sahabat dekat gue saat ini, Mbak Acha yang kini jadi flat-mate gue. Mbak ajeng sudah mendahului mereka mengenal seluk beluk karakter menyebalkan gue.

Mbak ajeng sebagai anak tunggal, paling susah kalau diajak nginep bareng di rumah gue,

Jadi gue sering nginep di rumah dia dari TK hingga SD.

Segala permainan kita mainin bersama. Mulai dari ngomong sendiri dengan adegan yang kita buat-buat, ngemil bareng, muter-muter naik angkot, berenang bareng, ke toko buku hingga cerita--cerita tentang kehidupan.

Gue nggak menyangka, bahwa semakin dipikir dia bukan cuma sebagai sepupu yang gue anggap kaka perempuan.

Kedeketan kita berdua nggak bisa digambarkan sebagaimana gue bisa men-title-kan Aqira sebagai sahabat atau Mbak Acha sebagai flat-mate.

Mbak Ajeng itu ya.....part aja di hidup gue.

Mbak Ajeng sudah mengajarkan gue kemandirian dari kecil sebagaimana dia mandiri sejak kecil.

Bagaimana dia menerima katering sendiri, kalau mama-papanya lagi pergi.

Beli ayam sabana naik sepeda.

Sampai bagaimana dia belajar untuk mencapai yang dia mau

Selupa-lupanya gue dengan memori masa kecil gue, memori sama dia selalu gue inget.

Gue ingat bagaimana kami bermain di rumahnya, di mall, dimanapun yang kita mau.

Bagaimana dia tidak pernah lupa ulang tahun gue, sejak kecil selalu memberikan hadiah yang dia harapkan sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan gue saat itu, mendukung gue bagaimana gue inginnya masuk komunikasi UI, sampai dipercaya sebagai orang yang bisa menjaga rahasianya yang ketika gue dengerin gue ragu gue bisa menjaga rahasia sebesar itu - and turned out, yeay I still can keep it!

Hebatnya, karakter Leo gue yang selalu ambisius dan nggak mau kalah dari siapapun justru nggak pernah merasa tersaingi kalau disandingkan dengan Mbak Ajeng.

Beda kalau gue ngeliat orang tuh iri pengen kaya si itu, walaupun dia selalu lebih dan dapetin apa yang gue mau - kaya bahasa inggris yang bagus, masuk KOM UI. Gue gapernah sama sekali ngerasa sensi, justru ngerasa bahwa dia deserve dapetin itu dan gue perlu banyak belajar dari dia.

Hal spesial yang gue inget adalah ketika dia ngasih kado ulang tahun gue ke tujuh belas buku agenda yang diterbitin jurusan ilmu kreatif penyiaran, komunikasi UI.

Gue ngerasa seneng bangett dan bersyukur banget bahwa ada orang yang bisa mendukung gue in an implicit yet sweetest way.

Dia juga yang ngebantu memeriksa waktu gue bikin essay untuk UI, dan mensupport gue abis-abisan waktu tau gue gagal di semua tahap.

Dan yang paling membuat dia berbeda dari semua orang yang ada di lingkungan gue adalah,

Dia nggak pernah berusaha nge judge jalan hidup apa yang gue pilih.

Nggak berusaha ikut campur dengan kesalahan yang udah gue ambil.

Disaat orang-orang sibuk protes pilihan gue pacaran sama seseorang.

Dia nggak pernah nanya, komentar, atau bahkan marah-marah dan mencoba kasitau hal yang menurut dia bener.

Karena gue rasa dia tau, gue sudah cukup dewasa untuk selalu tau apa resiko yang gue ambil tanpa perlu dikasih tau.

Dia adalah orang yang mungkin kita nggak bisa ketemu lama, tapi kalau kumpul keluarga tuh memeluk dia adalah keharusan.

Cara dia memperlakukan gue sebagai anak kecil membuat gue ngeliat dia seperti kaka yang sangat gue hormatin.

Entah kenapa juga rasanya tiap ada yang meragukan keputusan yang dia ambil, gue seperti harus stand up ngebelanya.

////////////////////////

Time flies so fast.

Sekarang gue dan dia sama-sama udah kerja.

Walaupun berjauhan, dia masih menaruh perhatian dengan ucapan ulang tahun kemarin yang the most and super sweetest thing I've ever get from someone.

And let me repay her by telling how important her as well in my life.

Now it's her day. She turns 24 years old since 12 am today

And I hope everyone who reading this, willing to wish her all the best.

Semoga ia bisa mendapatkan apa yang sudah direncanakan.

Dan tentunya menjadi manusia yang nggak hanya bermanfaat dan memberikan makna kehidupan di hidup gue.

Tapi juga banyak orang lainnya.

She needs to be aware how cool she is right now, if not for many people, at least for me.

How she has been grown up a lot, and being an inspiring person more than she knows.

She shouldn't be sad, because world need a shinning light of hers.

And this is a message for you,

happy birthday. thank you for everything you brought to my life. you deserve more recognition of your achievement. you deserve to be happy and to get what you want. you deserve to stop do what people asked you to do. everything's good in front of you, and it's only a time when you ready to take it. it's your year to shine brighter and I will be the one who proudly say, you're my sister. enjoy 24, be good!

Dulu gue sibuk mencari cara supaya Ibu mengabulkan doa gue yang pengen punya adek.

Tapi setelah menyadari kehadiran dia intensively, I stopped

I don't need lil sister, I need someone, a girl who was not only a sister but understand me more than I ever wish.

Lalu gue kembali minta tas hello kitty dan tempat pensil baru.

Salam Hombimba,

Graisa

xoxo


SEARCH
ABOUT ME

A Ravenclaw-kind-of-girl. Unstoppable talker. Clichest & blurnest thinker. 

I write about books, films, art performances, and my daily  thoughts during traffic jam.

GET IN TOUCH
  • YouTube - Grey Circle
  • Twitter - Grey Circle
  • Instagram - Grey Circle
  • LinkedIn - Grey Circle
BE THE FIRST ONE TO KNOW
NEW FROM THE OVEN
YOU MAY LIKE THIS ONE
Logo ungu Transparent.png
  • YouTube - Grey Circle
  • Twitter - Grey Circle
  • Instagram - Grey Circle
  • LinkedIn - Grey Circle