top of page

Review: Invitation Only by Cecilia Wang


Invitation Only | 9/10

Cecilia Wang

Bukune

2017

 

Ini cerita tentang Bendara Raden Mas Thackeray Agnibrata – yang seharusnya dipanggil Agnibrata tapi Gia lebih suka manggil Tackie atau si cupu. Nerdy putra mahkota kerajaan di Indonesia yang siap menggantikan bapaknya menjadi raja.

Serta Gia Tjahrir, lebih dikenal sebagai perempuan “nakal", suka meniduri laki-laki yang lewat di depan matanya, dan tidak lupa ia adalah cucu dari salah satu mantan wakil presiden.

Berawal dari Gia yang sibuk mengencani Michael, pria yang sudah memiliki pacar. Sementara Tackie yang dijodohkan dengan putri seorang kementrian juga penyabet Miss Indonesia, Annanta. Pun begitu, Tackie selalu menyimpan rasa cinta terpendamnya kepada Gia yang berakhir sering menghabiskan waktu mengerjakan tugas Gia dan rela disuruh buat ngambil barang Gia yang tertinggal.

Setidaknya, begitulah seperempat isi novel ini. Ya, hanya seperempat (atau bahkan kurang).

Setelah banyaknya kejadian yang mendorong hubungan Gia dan Tackie semakin intens, takdir lalu meng-upgrade status pertemanan mereka. Nyatanya kita tau ya akhirnya seperti apa…tentu saja Gia akhirnya bersama Tackie (((tampak jelas di cover buku))).

Tapi nyatanya ceritanya tidak berhenti sampai disitu.

As Tackie said, our life doesn't stop after our happy ending. Ketika Tackie kemudian ditunjuk mengatur kerajaan, sanggupkah Gia mendampingi dirinya? Kehidupan dalam kerajaan yang asing buat Gia kerap menjadi permasalahan hubungan keduanya.

Pertanyaannya yang perlu dijawab selanjutnya, gimana akhir hubungan Gia sama Tackie, does life after royal wedding is enough to guarantee the happily ever after ? Bagaimana dengan Anannta atau Michael? Ketika kita membicarakan kerajaan, tidak mungkin hanya satu keluarga saja yang terlibat, bukan?

Wah kompleks lah permasalahannya.

Cerita kerajaan kah ini? Bukan. Cerita percintaan dengan banyak cobaan kah ini? Kurang tepat juga. Ini penggambaran bahwa hidup nggak pernah semudah itu memberikan kebahagiaan. Makanya jangan heran kalau dari chapter ke chapter, konflik baru akan selalu ada. Novel ini siap mengajak kamu untuk masuk ke dalam dunia Tackie dan Gia, diliputi kehidupan modern dan kerajaan yang tak tersentuh, tidak lupa mengundang senyum, gemas, dan tawa.

Disatu sisi gue tau banget karakter Tackie itu agak nggak realistis - walaupun gue tertarik bagaimana dia just being "charismatic, stiff, and dominant" Tackie. Tapi penggambaran sosok Gia ini yang sangat hidup dan majority picture di lingkungan kita. Sikap Gia di akhir cerita seakan menyelipkan harapan penulis untuk para perempuan masa kini. Bagi perempuan yang suka bergaya nakal, dikenal sebagai sex god while in fact they never try any sexual things, sesungguhnya punya kesempatan untuk bisa dewasa dan berpikiran terbuka.

Gimanapun, gue tetep amazed sama penggambaran masalah yang diangkat - mulai dari masalah sesimpel perkuliahan, traumatic, pernikahan, hingga kekuasaan - sesuatu yang baru untuk gue tapi rasanya dekat sama sekitar. Didukung pula dengan penulis yang tidak terlalu memanjakan karakternya jadi semuanya punya kelebihan dan kekurangan yang balance.

Mungkin kalau baca sinopsisnya terdengar “Alah ini pasti another novel yang menggunakan kekuatan nama susah supaya menarik, tapi isinya gitu aja.”

Menurut gue sangat engga. Gue belum pernah baca novel dengan cerita semenarik ini, masalah sekompleks ini, ditambah penggambaran menggunakan conversation rather than descriptive – which very entertaining. Konfliknya yang nggak kunjung abis juga selalu menampar kita dengan “to get the happily ever after point, you need to sacrifice A LOT of things!"


Karena aku mulai menyukai pria itu tapi aku tidak mau. Apa aku egois karena menginginkannya juga?" -- Gia

Nggak menyangka bahwa novel hard cover Cecilia Wang – yang nyatanya adalah terobosan Wattpad ini menjadi salah satu current favorite gue, buku setebal 343 ini bertahan cukup 2 hari dalam genggaman gue mulai dari prologue hingga epilogue.

Hasilnya, gue sangat sangat merekomendasikan novel ini kalau kamu mau baca buku Indonesia yang menyenangkan untuk dibaca. Sesuai judulnya, buku ini inviting banget! Dari pertama kali liat hard covernya yang super simple bikin penasaran ini buku tentang apa. Pas baca halaman pertama bab 1 langsung deh tau, bahwa this won’t be another those cheezy book. Love it!

Yang perlu digaris bawahi adalah mengingat di beberapa bagian ceritanya berlatar belakang kerajaan jadi ada beberapa part yang menggunakan bahasa Indonesia baku yang mungkin nggak nyaman untuk dibaca atau menggunakan bahasa yang susah dingertiin. Jadi rasanya kaya baca naskah teater atau hasil translate-an.

Tapi entah kenapa, kayaknya gue disihir, tetep nagih baca sampe terakhri sih!

"Eyang pernah berkata untuk menemukan sigaraning nyawa, kita harus dilahirkan kembali seribu kali. Seribu kali memecahkan kendi itu di seribu kehidupan. Ketika dalem (saya) menikahkan Gia dan memecahkan kendi di depannya bersama-sama sebagai sumi-istri yang sah, dalem sangat yakin kendi yang dalem pecahkan bersamanya adalah kendi yang ke seribu" - Tackie

Ohiya jangan lupa, novel ini dikategorikan dewasa karena hampir 55% novel berisikan sexual scene – tapi tentu ketika dibaca rasanya sangat manis dan lucu, sehingga ga membaca kesan jijik waktu baca.

Salam Hombimba,

Graisa

xoxo


bottom of page