New Role, Myom, and everything in between January

It's been 4 days since we left January 2021 tapi rasanya gue ingin meninggalkan sedikit kenangan bagaimana gue memulai tahun ini.


Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini berjalan relatif lebih cepat walaupun tetap dengan banyaknya momen yang terjadi - oh so cliche, tapi banyak momen yang membuat gue tersadar have I been thinking about myself before?


2020 is surely not an easy one, challengenya jauh lebih level up terutama di bidang karir yang impactnya banyak keraguan untuk memulai tahun ini sebenernya. Setelah 3 tahun bernaung di satu departemen, bulan Januari memberikan gue kesempatan di role baru. Ini berarti gue juga harus meninggalkan posisi lead yang udah gue pegang setahun untuk gue serahkan ke successor gue. Rasanya bitter tapi kayaknya ini pilihan terbaik untuk gue dan juga tumbuh kembang tim member gue.


Masih ingat dipikiran ketika gue ditawarkan pilihan untuk gue maju, apakah mau pindah departemen atau mau menggeluti dunia yang sama. Setelah drama panjang gue memutuskan untuk pindah departemen dengan pertimbangan harusnya ini memberikan beneficial yang lebih ke tim juga. Yang juga gue sadari full, role beda departemen akan membawa gue lagi ke bawah, memulai semuanya dengan hal baru, adapt sana sini bagaikan new joiner, dan yang paling mengetahui bahwa gue mungkin bukan expert di bidang ini - hal yang sebenernya sangat krusial untuk kepercayaan diri gue and I thought I'm going to take that risk.



And everything happened as expected, it's freaking hard. Mengatur orang is one hard thing in life, but to manage your ego is completely need so much effort. Setiap malam gue kerap terjaga meyakinkan diri bahwa ini adalah pilihan yang terbaik, mengalahkan ego yang kerap menolak untuk jadi nobody in the team yang akhirnya membuat gue mendorong penuh kemampuan gue untuk mempelajari role baru ini secepat mungkin, insecure every damn time bahwa yang gue sampaikan ini pointless apa gak, do I met their expctation?, lalu mulai mempertimbangkan what should I do if this doesn't works well?


Secara fisik mungkin nggak lelah tapi semakin berjalan jauh semakin bertanya mau ngejar apa - pertanyaan yang sangat gue hindari karena it's going to take so much time and consideration only to answer one question.


Hingga akhirnya gue duduk bareng lead baru gue yang menanyakan how is it so far? Gue menjawab keluh kesah gue, gue hanya takut hal yang paling menakutkan terjadi - I just don't fit in with the team. Lead gue hanya tersenyum dan bertanya "Lo tau gak titipan dari lead lo yang lama apa untuk gue?" gue hanya menggeleng "Graisa is completely overthinker, please take care of her to ensure she control herself well." Gue diam. Dia berkata lagi "Grai you don't have to be so 'delusional' with your insecurity, you are on the right track and you are doing well so just keep it going, there's always a process in everything."


That's hit me hard. Disatu sisi gue bersyukur bahwa punya lead yang sangat pengertian dan encouraging, tapi disatu sisi gue jadi refleksi diri dan mencoba kilas balik "have I been so hard to myself?" Gue rasa untuk gue yang selalu expect lebih dari diri gue jadi susah untuk melihat apa yang salah sama diri gue dan mencoba berdamai dengan itu.


Gue mencoba mengalihkan pikiran dengan menyelesaikan buku The Courage to be Disliked (Ichiro Kishimi & Fumitake Koga, 2013) dan mencoba membaca beberapa terjemahan lirik lagu. Rasanya dunia ini emang mau nyadarin gue aja untuk lebih peka sama diri gue sendiri.


Buku The Courage to be Disliked dipilih dan dikasih langsung oleh sahabat gue, Mentari pada ulang tahun gue tahun lalu yang mungkin tau betul masalah utama hidup gue. Di buku ini juga gue menemukan bahwa:

-- We should have a horizontal interpersonal relationship which means we should think everyone is the same level with us not better or lower.

We need a separation of task. We need to aware that person acts with regard to our expectations and trust is other people's task and we should not intervening their task otherwise it would bring something heavy and full of hardship for us (p. 127)

Petuah ini diselaraskan dengan lirik-lirik lagu yang juga membuat gue semakin melihat perspektif yang gue bangun sendiri:

If you look at it in certain way, it's harder loving yourself than loving someone else. Honestly, let's admit that the standards you put are harsher on yourself. It's possible that there won't be answer in a way. (Answer: Love Myself, 2018)

-- In the midst of night, we laid back to our bed, glance at 12 o'clock and think "Will something change?" No it won't but when the hour and minutes line align, the world holds its breath for a second and we're gonna be happy. (00:00 O'Clock, 2020)


Gue yang selalu menganggap remeh isu love ourselves ini baru menyadari ternyata real study case-nya seperti apa yang lumayan membuat gue tertegun lama. Mungkin selama ini gue sibuk mengedepankan sesuatu karena ingin mencapai satu eskpektasi tertentu untuk melihat orang lain puas lalu baru gue senang - doesn't it weird? That I can only be happy with someone's approval?


Sembari meraba-raba arah mana yang harusnya gue ambil secara mental, gue akhirnya memberanikan diri untuk memahami kondisi fisik gue yang beberapa bulan terakhir drop signifikan. Yang lalu gue pelajari bahwa memiliki sebuah parasit kecil di tubuh gue bernama miom dan kista. Rasanya dunia runtuh waktu mendengarnya, that's the worst thing I can imagine in my life.


Mungkin kalau baca post ini kayaknya ingin menyimpulkan kenapa waktunya ga tepat, kenapa semua datang bersamaan untuk mengguncang kewarasan hidup gue. Tapi gue rasa justru momen ini datangnya tepat untuk sekalian aja menyadarkan gue bahwa selama ini gue nggak pernah memikirkan hal hal ini, ga pernah memikirkan apa yang sebenernya dibutuhkan sama badan gue dan untuk tau bahwa waktunya take a break. Momen ini juga gue gunakan untuk berdoa dan lebih dekat aja sama Allah mungkin kemarin terlalu memikirkan duniawi.


Lagi-lagi gue mencoba memikirkan hal-hal positif apa yang bisa diambil aja dari kejadian ini - it's not like I have other choices, isn't it?Lagian gue jadi bisa punya pengalaman untuk main ke rumah sakit persalinan dan belajar makan obat kapsul tanpa digerus - don't you proud of me??? Momen ini juga pas karena gue udah ga punya kewajiban untuk mikirin anak-anak orang lagi.


Hal lainnya yang menyenangkan di bulan ini adalah gue pertama kalinya merasakan kalibrasi dan berjuang untuk tim gue mendapatkan rewards yang pantas. Deg-degan setengah mati tapi I did well dan hasilnya sangat memuaskan and I'm so happy to be present my team member's achievement over senior leaders as well!


WFH masih terus berjalan dan gue punya kesempatan untuk belajar bahasa baru di aplikasi yang disarankan sama Ais yaitu Duolingo - it's kinda fun though, gue sedang belajar bahasa Jepang & Korea yang ternyata susah setengah mati but really worth it to try!


Di bulan ini juga tepat 2 tahun gue bersama dengan Ais but it's kinda cool that we took the day simpler by having a nice lunch, have a nice talk and visiting museum. It's like two best friends having a good time without any dramas needed as we always been since middle school. Hubungan gue sama Ais memang jauh berbeda dengan yang pernah gue alamin sebelum-sebelumnya, semuanya relatif normal, stabil, waras, dan rasanya seperti hidup yang berjalan bukan drama yang diciptakan.


Gue juga akhirnya melihat hasil akhir apartemen yang gue rancang dan design sendiri dan hasilnya sangat memuaskan. Designing is one thing, but decorate it is another thing which currently I'm busy at - i'll share more about it later.


Ngomongin soal design, bulan ini gue sedang menggiati hal baru yaitu Painting by Numbers! Untuk gue yang apalah apalah ini kalau soal gambar dan ngelukis, punya pilihan bahwa ada guide khusus di Painting by Numbers sangat menyenangkan dan bagaimana aktivitas itu mengurangi stress it's very unbelievable!



I believe Januari could be worse but I guess it didn't. Gue rasa bulan pertama tahun ini jadi momen yang tepat untuk mengatur ulang ekspektasi gue terhadap diri gue sendiri. It may not the best moment but it surely the time I should remmeber. Gue rasa tahun ini akan banyak keajaiban pilihan terhadap diri gue and let's try to enjoy it altogether!


Wish me luck to face what's come after me this year, and I wish you have a good year too!


Salam Hombimba,


Graisa

xoxo

LET THE POSTS COME TO YOU