Review Film The Invisible Guest (2016): Plot Twist yang Mudah Dicerna!



Review The Invisibe Guest / Review Contratiempo Bahasa Indonesia (2016) | 8/10

Spanyol

Sutradara: Oriol Paulo

Pemain: Mario Casas, Barbara Lennie, Blanca Martinez, Jose Coronado

Tonton trailer

Adrian Doria (Mario Casas) dituduh membunuh pacarnya yang juga selingkuhannya, Laura Vidal (Barbara Lennie). Untuk memperkuat posisinya di pengadilan, pengacara Adrian menyewa Virginia Goodman (Blanca Martinez) pengacara dalam pidana yang dikenal pesohor dan cakap dalam strateginya.


Virginia datang lebih awal dari perkiraan Adrian dengan membawa kabar bahwa kejaksaan sudah memiliki saksi sehingga Adrian hanya punya waktu 3 jam untuk memberitahu fakta yang sebenernya agar Virginia bisa membantunya nanti.

Adrian menceritakan bahwa ia dan Laura mendapatkan teror yang meminta mereka membawa 100.000 Euro ke sebuah hotel yang jauh dari kota. Ketika menunggu peneror tersebut di kamar, ia dipukul hingga pingsan oleh seseorang dan orang tersebut membunuh Laura. Orang tersebut pun kabur meninggalkan Laura dan Adrian. Ketika ia bangun dari pingsan, ia mendapati Laura telah meninggal dengan berhamburan uang.


Virginia merasa bahwa masih banyak hal janggal pada cerita Adrian mengingat pintu dikunci dari dalam, uang tidak hilang dan jendela juga dalam kondisi terkunci sehingga tidak mungkin ada orang yang kabur. Adrian lalu menceritakan sumber asumsinya dengan terpaksa menceritakan kembali kasus lama yang sudah ia kubur.


3 bulan lalu Adrian dan Laura sedang menjalin hubungan di sebuah daerah terpencil. Di perjalanan pulang, Adrian yang terdistraksi kehilangan kendali dan menabrak sebuah mobil yang menyebabkan pengemudinya tak sadarkan diri. Adrian dan Laura pun berusaha kabur dari kasus tersebut namun akhirnya nama mereka ikut terseret ketika ada gelagat aneh yang ditemui oleh kerabat korban. Adrian merasa orang dari masa lalunya tersebut yang merencanakan pembunuhan Laura.


Virginia terus menelaah lobang-lobang cerita yang menurutnya bisa menjadi sasaran jaksa. Ketika Virginia terus memojokkan Adrian, di situlah Adrian merasa Virginia berhasil menemukan titik lemahnya sehingga tidak ada pilihan untuknya selain mempercayai Virginia. Masalahnya, apakah itu cukup untuk Virginia?


*Paragraf dengan warna merah mengandung separuh spoiler The Invisible Guest, silakan dilewati jika tidak ingin mengetahui akhir film.

--------

Pada kasus 3 bulan lalu, Adrian dan Laura berpisah untuk menghilangkan jejak. Menurut Adrian, Laura yang memberikan ide untuk Adrian membawa pergi mobil korban dan Laura mencoba membawa mobil Adrian yang mogok. Laura pun bertemu dengan seorang pria yang membantunya membenarkan mobil Adrian yang setelah ia telusuri merupakan Bapak dari korban tabrak mobil tersebut.


Laura dicurigai oleh si Bapak karena gelagatnya yang aneh dan menemukan ponsel anaknya di dekat Laura. Sejak saat itu Bapak tersebut kerap mengikuti Laura dan Adrian dan menanyakan ke mereka kemana anaknya.


Laura dan Adrian pun berhasil kabur dari kasus tersebut setelah Adrian menggelontorkan banyak uang untuk menutup kasus tersebut dan membersihkan nama mereka. Mendengar kisah tersebut, Virginia merasa bahwa ada yang aneh dengan fakta. Karena sebelum meninggal, Laura memiliki laporan panik dan resah dalam hidupnya.


Virginia pun menyimpulkan bahwa bukan Laura yang sebenernya mengusulkan ide tersebut sejak awal namun Adrian. Lalu Adrian mengakui bahwa korban belum meninggal ketika ia akan menenggelemkan mobil, namun ia tetap tenggelamkan agar dikira korban meninggal karena terhanyut. Adrian pun mengakui bahwa ia yang membunuh Laura.

Ketik saja "Rekomendasi Film Plot Twist" di google, pasti lo menemukan ini sebagai salah satu rekomendasinya. Nggak butuh banyak artikel untuk gue akhirnya menetapkan nonton ini karena melihat dari sinopsisnya bahwa ini tentang usaha pembuktian seorang tertuduh pembunuh, gue merasa pasti plot twistnya bisa bervariasi.


Dan benar saja, plot twist yang ditawarkan lebih dari satu. Penonton awalnya digiring dulu dengan perspektif yang diberikan Adrian lalu baru pertanyaan bombardir dari Virginia membuka satu-satu kekosongan cerita dari Adrian yang akhirnya membelokkan premis yang tampak sederhana.


Bagi yang suka film tentang detektif yang dibalut dengan drama menegangkan mungkin ini bisa jadi salah satunya. Ceritanya dibangun nggak berbelit-belit, kepanjangan maupun kompleks rasanya langsung tepat sasaran dan mudah dimengerti. Satu hal yang punya tendensi membingungkan adalah karena setiap asumsi selalu langsung divisualisasikan. Tapi kalau misalnya ditonton pelan-pelan untuk mencoba menyambungkan satu kejadian ke kejadian lain rasanya jadi tampak wow.


Salah satu yang outstanding adalah skill akting dari para pemainnya yang membuat kita mengesampingkan hal hal kecil yang punya peran besar dalam ceritanya. Filmnya ditutup dengan sangat bagus walaupun mungkin di paruh akhir kita udah bisa menebak arahnya kemana. Hal yang menurut gue sangat menyenangkan juga color/tone filmnya yang sangat mendukung adegan dan bikin mata nggak capek nonton.


Saran gue untuk tidak terlalu memasang ekspketasi khusus terhadap film ini, nikmatin aja nanti lo akan menyadari bahwa lo sudah berada di dalam filmnya. Hal ini terbukti ketika di akhir cerita gue baru menyadari bahwa gue terlibat dalam sebuah cerita yang runyam tapi nggak begitu sadar karena simply cara penyampaian film ini yang sangat mudah dimengerti.



Salam Hombimba,


Graisa

xoxo

LET THE POSTS COME TO YOU