Review ONSEI: ONSEN & SPA ALA JEPANG DI JAKARTA, WORTH ALL THE PRAISE
- 7 minutes ago
- 5 min read
Ialah gue salah satu bagian dari kaum orang yang akan memilih untuk langsung ambil in lieu atau cuti pengganti tepat setelah menyelesaikan event untuk melakukan aktivitas sakral orang dewasa yaitu pijat.
Pijat, spa, massage, apapun yang jenis penyebutannya biasa jadi salah satu checklist gue ketika liburan atau break kerja. Karena gue mager, biasanya kalau keluar kota gue lebih mengutamakan spa yang ada di tempat hotel gue menginap. Tapi kalau di Jakarta, KOKUO & MARTHA TILAAR JATIWARINGIN menjadi go-to place gue untuk relaksasi.
Gue mungkin belum banyak eksplorasi tempat spa sebanyak orang lainnya, sehingga untuk gue yang saat ini spa terbaik yang pernah gue rasakan (dan konsisten rasanya) adalah SPA GAHARU di Hotel Tentrem, Semarang.
Tapi, minggu ini mungkin SPA GAHARU harus sedikit berbagi podiumnya.
Gue ingin memvalidasi kualitas ONSEI, tempat spa & private onsen baru yang menawarkan konsep ala Jepang dan menurut hemat saya, cepat akan lambat menjadi talk of the town di ibukota.

Source: instagram.com/houseofonsei
TENTANG ONSEI - PRIVATE ONSEN & MASSAGE
Di kalangan warga BSD & Gading Serpong, ONSEI kayaknya udah gak terlalu asing sebagai tempat pijat andalan. Awal minggu ini gue bertanya ke Dika (temen dekat yang gue kenal di Traveloka) dia menjawab demikian dan ternyata Andhika (suami gue) juga kerap direkomendasikan tempat yang sama.
ONSEI saat ini ada di Gading Serpong & Bintaro, tapi ternyata awal bulan Mei 2026 dia akan ada di Tebet juga. Di Gading Serpong sendiri dia udah jalan dari Agustus, jadi bahkan belum satu tahun.
Di Instagramnya (HOUSE OF ONSEI) positioning dia lebih ke private onsen daripada SPA. Kerap menjelaskan konsep pijatan & ramuan pada air dan oil yang digunakan berlandaskan teori jepang dengan caption bahasa inggris seakan clear targetnya adalah premium SES.

Source: instagram.com/houseofonsei
SERVIS MENU & HARGA ONSEI - PRIVATE ONSEN & MASSAGE
Kalau gue cek highlight instagramnya ada menu yang menunjukkan harga secara transparan, yang mana ternyata harganya masih sekelas MARTHA TILAAR di range 300-800ribu.
Kalau dibandingin brandingnya seperti spa premium di Bali, tentu dibanderol harga segini sih masih terasa lebih reasonable.
Sebagaimana USP-nya yang lebih fokus ke menawarkan experience onsen, ONSEI memulai menunya dengan menawarkan paket full massage + scrub + onsen dengan title yang engaging kayak ONSEI Flow Ritual (tanpa scrub) atau ONSEI Flow Ceremony (dengan scrub) yang membedakan hanya di durasi pijat dan item yang termasuk didalamnya.
Untuk paket gini harganya bisa di Rp480-650ribuan, udah dengan tax, menurut gue teh oke banget.

Source: instagram.com/houseofonsei
Tapi kalau lo gak terlalu tertarik dengan onsennya, lo bisa juga memilih massage aja bahkan reflexology aja. ONSEI juga punya servis Lympathic yang berfokus sama detox, face, dan head treatment gitu
Tanpa berlama-lama, gue langsung booking via WhatsApp yang ada di akun bio instagramnya. Untuk visit pertama gue ambil paket ONSEI Flow Ceremony di 90 menit massage + 30 menit scrub + 30 menit onsen bath dengan harga Rp650ribu.
Karena Andhika pengen ikut, jadilah kita berencana berdua kesana.
REVIEW PRE-VISIT: CARA BOOKING ONSEI - PRIVATE ONSEN & MASSAGE
Membagikan menu di highlight dengan harga yang udah termasuk tax, menurut gue udah sangat membantu gue sebagai pelanggan.
Menambahkan button WhatsApp di bio jauh lebih memudahkan. Gue langsung WhatsApp pagi itu jam 6 pagi, dibalas di jam kerjanya which jam 8 atau 9 pagi. Dalam conversation kami, respon admin cenderung cepat dibalas dalam range waktu 20-30 menit, karena gue juga gak buru-buru jadi gue ngerasa aman aja dibales dalam range waktu itu.
Selain WhatsApp, ONSEI juga menawarkan pesan online via websitenya, tapi sepertinya lebih mudah lewat WhatsApp-nya untuk gue.
Hari itu adalah hari Senin, admin mengonfirmasi bahwa jam 12-2 siang sudah ada pesanan, mereka pun menawarkan alternatif lain jam 2 siang. Karena gue harus menunggu Andhika pulang kerja, kami sepakat untuk mengambil sesi jam 7 malam.
Jam operasional ONSEI adalah jam 8 pagi-10 malam, mengambil 7 malam untuk paket komplit yang gue sebutkan di atas membuat sesi gue mungkin sesi penutup karena jam selesainya pun mendekati jam tutup.
Admin WhatsApp ONSEI memberikan form untuk gue isi, dan sebagaimana standard pada biasanya mengingatkan gue untuk hadir 15 menit sebelumnya karena batas maksimal menunggu adalah 15 menit setelah jam sesi yang gue pilih.
Gue dan Andhika sampai ke tokonya jam 6.58 pada malam itu, dan sudah disambut oleh kasir.
PENGALAMAN PIJAT & ONSEN DI ONSEI - PRIVATE ONSEN & MASSAGE
Memang harus diakui komitmen terhadap branding jepangnya memang terasa, store-nya didesain japanese scandinavian membuat gue seakan di restoran sushi hiro tanpa lagu andalannya.

Ketika masuk kami langsung dijelaskan 3 pilihan oil yang mereka miliki, kami dibolehkan menghirup dan bisa kami pilih untuk jadi minyak pijat yang akan digunakan. Setiap orang dapat memilih scent yang berbeda.

Untuk ramuan onsennya kami juga dibolehkan memilih larutannya mau menggunakan bau dan fungsi apa. Caranya menarik, mereka memilih 3 rekomendasi yang bisa kami pilih langsung atau kami bisa bermain gatcha 1x masing-masing untuk menentukan belasan opsi lainnya yang beberapa di antaranya limited edition.
Kami memilih bermain gatcha tetapi karena hasilnya sama, gue memutuskan untuk mengganti dengan salah satu dari 3 rekomendasi toko untuk bisa melihat bentukan air onsen yang berbeda antara bathub gue dan Andhika.
Setelah memilih, kami diminta duduk dan akan ditanya untuk preferensi tingkat pijat & bagian tubuh yang ingin difokuskan. Tidak lama, datang welcome drink dan juga handuk hangat untuk bisa kami gunakan membersihkan tangan atau muka.
Lalu, therapist atau yang memijat datang (kebetulan dua-duanya adalah perempuan), lalu kami diajak untuk ke area refleksi untuk dicuci dahulu kakinya. Sesungguhnya area refleksinya ini bersih dan sangat nyaman, di sini kami belum diminta untuk berganti pakaian sehingga celana panjang kami harus diangkat sendiri.

Lalu kami diajak masuk ke ruangan khusus couple yang di dalamnya sudah ada 2 kasur, 2 bathtub berbentuk bulat dan juga area shower. Kami diminta mencopot seluruh baju kecuali celana dalam, untuk perempuan disediakan hair cap & ikatan rambut juga. Lalu mengetuk pintu jika kami sudah siap.
Pijat dimulai. Walau memang segala jenis saraf dimulai dari kaki dan banyak pemijat memilih mulai dari kaki, tapi mereka memulai pemanasan pijat dengan fokus menyentuh area area yang kami minta menjadi fokus, mereka pastikan kekuatan pijatnya cukup di area fokus yang kami request, lalu mereka baru melanjutkan ke kaki. Seakan mereka tau seberapa tidak sabarnya area fokus kami untuk disentuh lebih dulu.
Setelah 90 menit pijat dengan kekuatan yang mantap dan bikin gue setengah tertidur, badan discrub dan dibersihkan selama 30 menit. Tidak ada bau atau wangi yang menyengat, semua terasa nyaman dan terasa bersih saja. Sembari di scrub, bathtub dinyalakan, air hangat mengalir dari keran berbentuk bambu.

30 menit terakhir kami diizinkan untuk bilas dengan shower dulu sebelum masuk bathtub, therapist keluar dari ruangan. Bathtub cukup untuk 1 orang dewasa, ada tangga kayu kecil yang membantu kami masuk ke dalam bathub. Gue suka banget sama bathtubnya karena kami bisa duduk didalamnya dengan tegap karena ada leveling di dalam bathtub sehingga kalau mau lebih dalam, kami bisa jongkok ke area yang lebih dalam.
Bathtub bermotif kayu ini terasa bersih dan luas, airnya hangat dan bikin badan terasa nyaman sekali.
Setelah 25 menit berendam di Onsen, kami keluar dari bathtub dan bilas lagi di shower, lalu menutup malam menyenangkan itu dengan kembali menggunakan baju.
Kami merasa rileks sekali.
Keluar dari ruangan, sepatu kami sudah menunggu ditemani dengan ocha panas dan dorayaki free di area seperti ruang tamu ala Jepang.

Kami juga mencoba kamar mandi sharing-nya di area luar kamar yang bersih dan terawat.
Para therapist juga tidak menunggu di pintu keluar seakan-akan berharap tip, ini akan nyaman buat lo yang mungkin gak terbiasa selalu bawa cash atau gak kasih tip -- well tapi kalau mau kasih tip kita bisa meminta kasir untuk memanggil kembali therapist yang sebelumnya membantu.
OVERALL REVIEW ONSEI - PRIVATE ONSEN & MASSAGE
Gue mau dateng lagi.
Tapi sepertinya tidak perlu menggunakan scrub karena tidak meninggalkan bau apapun, dan rasa bersihnya terasa sementara.
Gue mengerti kenapa warga BSD menjadikan spa ini menjadi top of mind mereka ketika merekomendasikan spa enak. Gue mau merekomendasikan ke semua orang yang pengen mencoba private onsen dan pijat yang terasa kerasa di area BSD dan Gading Serpong.
Namun, yang mengganjal untuk gue adalah area sudut sudut temboknya yang tampak keropos, lembab, dan menimbulkan pengelupasan (bisa dilihat di foto terakhir gue antara bathtub). Jujur, kayak berbanding terbalik sama vibe jepang yang udah coba dideliver sama interiornya.
Love,
Graisa
xoxo



Comments